Ketika Semua Indra Kita Menghilang Ketika Semua Indra Kita Menghilang - Dipo Wisnuaji Ketika Semua Indra Kita Menghilang ~ Dipo Wisnuaji

___...::MENU::..___

===================== DAFTAR ISI ______________________ LINK EXCHANGE ______________________ My Music ______________________

SUBSCRIBE. BERLANGGAN BLOG. ________________ Enter your email address:

Delivered by Dipo Wisnuaji

_______________________
Home
Reload page









seconds




Ketika Semua Indra Kita Menghilang

Ketika Semua Indra Kita MenghilangDwa wisnu

Ada banyak pertanyaan ketika semua indra kita menghilang, kemana kah kita? Siapakah diri kita yang sebenarnya? Mungkin teman-teman pasti bingung, karena saya sendiri masih bingung juga. Saya tertarik menulis ini karena fisika modren, begitu banyak ilmu Allah yang diberikan kepada kita, namun masih banyak dan jauh serta luas juga ilmu yang Allah punya. Bacalah sampai akhir, ini bukan sebuah perenungan, tapi realitas siapa diri kita yang sebenarnya.

Kehidupan kita, semua aktifitas kita, mulai dari tidur hingga tidur lagi semua menggunakan indra. Indra yang kita miliki terbagi menjadi 5 pada umumnya, yaitu Pengeliatan, Pendengaran, Perabaan, Penciuman, Perasa kita, dan itu semua terdapat pada diri seorang manusia yang dianggap normal. Semua indra yang kita punya memiliki organ sendiri – sendiri, namun semua itu berujung pada otak kita ! ya, bumi yang kita lihat, suara yang kita dengar, perabaan dan semua yang kita bisa sadari terdapat dalam ruang yang sangat sempit dan sangat gelap, ruang yang tidak mampu ada cahaya didalamnya, ya, itulah otak kita.

Dwa wisnu 

Otak yang sempit,ortak kita memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron yang saling tersambung dan itulah dunia kesadaran kita yang sesungguhnya, semua tertuju pada ribuan neoron yang ada, ternyata hidup kita yang sangat bahagia, damai, sangat luas seperti ini hanya terbentuk dari 1.350cc benda yang memiliki berat 1,5 Kg ! terbayangkah teman-teman bahwa alam semesta yang katanya tidak terhingga ini hanya ada dalam 1.350cc benda seberat 1,5 Kg?

Allah memberikan kita otak, ya tidak hanya otak, tetapi juga akal yang ada didalamnya, karena akal itu sangat istimewa. Berbeda dengan makhluk yang lainya, karena hanya manusia yang memliki akal untuk berfikir. Memiliki emosi yang dapat berubah – ubah dan berbagai macam kelebihan lainya yang tidak ada pada makhluk lainya.


Al - Baqoroh ayat 30
Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqoroh;30)


Kembali pada topik utama kita bahwa sesungguhnya apakah yang kita pimpin dalam misi kita menajadi Kholifah dibumi ini? Apa bekal yang Allah berikan dalam potensi diri kita? Ya itulah kesadaran kita dari Indra yang Allah berikan, yang mana kesadaran itu hanya ada pada akal pikiran kita. Bayangkan pada suatu hari salah satu indra kita menghilang misalnya pengelihatan kita? Apa yang akan terjadi? Ya kita tidak dapat bisa melihat, kita tidak dapat bisa merasakan warna atau apapun yang berkaitan dengan itu, selanjutanya Allah cabut Pendengaran kita, apa yang akan terjadi? Kita akan kehilangan suara kita, penghibur kita, alat keseimbangan kita {karena Telinga tidak hanya berfungsi sebagai alat pendengaran namun juga keseimbangan}. Apabila kita sudah kehilangan dua saja indra yang paling berpengaruh dalam hidup kita maka lihatlah hasilnya? Kehidupan ini serasa tidak ada makanya. Sekarang Allah cabut kembali 3 Indra kita. Maka apa yang teman – teman rasakan? Tidak ada lagi dunia ini, tidak ada lagi keluarga, tidak ada lagi warna, hanya ada diam, sepi dan gelap, realita akan kehidupan kita yang sebenernya, yang ada hanya siapa diri kita yang sebenernya, dari mana kita diciptakan, dan untuk apa kita diciptakan. Dengan bantuan indra kita kita membentuk dunia ini karena Allah SWT yang memberikan itu semua, Zat Tunggal yang menciptakan segalanya.




 
Earth | Dwa WisnuMerenungkan lebih jauh tentang dunia yang dibentuk hanya dari Inda dan Otak kita, bahwa ketika semua itu menghilang adakah yang lain yang bisa kita rasakan? Hhmm coba bayangkan? Sepertinya tidak, tentu saja, ketika Allah telah menghapus semuanya dari kita, cobalah renungkan. 




Dahulu ketika saya belajar mengenai fisika modren mengenai Relativitas, saya pernah berfikir “ Tuhankah yang menciptakan saya? Atau sayakah yang menciptakan Tuhan?  ” dan pertanyaan itu semua telah terjawab. Ketika semua indra kita menghilang apakah kita mampu menciptakan sesuatu? Jawabanya mungkin ya dengan berbekal ingatan kita yang sudah ada karena indra kita telah diaktifkan sehingga kita mampu merasakan. Tapi seandainya dari semenjak kita dilahirkan dibumi ini kita tidak memiliki indra apakah kita mampu menciptakan sesuatu? TIDAK tentunya, bahkan ketika sekarang teman – teman yang sedang membaca tulisan saya Indaranya dihilangkan oleh Allah apakah teman – teman mampu membuat indra itu kembali lagi? Membuat dunia baru yang ada lagi? Renungkan sejenak ! TIDAK, sehingga kita ini diciptakan, namun diciptakan oleh siapa? 

Perjalanan hidup kita di dunia | Dwa Wisnu 
Untuk menjawab pertanyaan oleh siapa kita diciptakan kembali lagi ke kondisi bahwa kita tidak memiliki indra, mampukah kita menciptakan sesuatu? Tidak, bahkan Indra kita sendiri saja tidak bisa kita ciptakan, mampu kah kita menciptakan Tuhan yang lebih dari satu?.. Seandainya kita semenjak lahir tidak memiliki semua indra kita tahukan kita bahwa Tuhan kita dilahirkan? Tahukah kita bisa berengkarnasi? Tahukan kita memiliki Tuhan yan memiliki bentuk? Tahukah kita teryata Tuhan kita batu? Tahukah kita bahwa Tuhan kita bahwa tuhan kita berbilang? Tahukah kita bawah kita dari Monyet yang kita sebut Homo - Homo apalah itu? Padahal kita memiliki semua pengetahuan yang kita dapat dari indra-indra kita, itu semua hanya pengetahuan dari indra yang telah diciptakan, Pengetahuan itu hanya dari sesuatu yang diciptakan yang mana kita tidak mampu menciptakanya sendiri. Tuhan yang dapat kita raba dengan peraba kita bukan Tuhan, Karena seandainya kita bisa mengindra dengan indra kita maka Tuhan itu hanyalah buatan kita, ya, buatan indra – indra kita, Tuhan yang kita buat sendiri. Menyedihkan, manusia itu mahkluk yang sangat menyedihkan. Kita bisa dan dapat ditipu oleh Indra - Indra kita karena kita menuhankan keinginan kita atau kita bisa menjadi seseorang yang sangat bertakwa dan terhindar dari mendzolimi diri sendiri. Untuk itulah Allah menjadikan kita kholifah dibumi ini agar kita bisa memimpin Indra - Indra kita dan tidak mendzolimminya,


Allah hanya menujukan tanda-tanda kekuasaan Allah dibumi ini, agar kita bisa dan mampu berfikir, beriman dan mencari jalan kebenaran. Agar kita mampu merasakan. Kita diberi bekal untuk mencari jalan yang benar.


 6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata "hidayaat": memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
 
 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [Al-Fatihah ; 6-7]
Namun ada sesuatu yang Indra yang sangat dominan dalam kehidupan kita ya, Pengelihatan dan Pendengaran, tahukan teman – teman bahwa kedua indra itu diciptakan untuk menguji kita?
 
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1536] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
[1536] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan. [Al - Insan ; 2]



Diluaran sana banyak orang – orang yang berdebat apakah tuhan itu ada atau tidak, kalau seandainya saya terlahir dengan kondisi saya tidak memiliki Indra-indra saya, mampukah kita berfikir? Mampukah kita berdepat tentang teori – teori Tuhan yang mereka berdebatkan, ada yang menuhankah keinginan mereka ada yang menuhankan rasio yang membuat mereka lupa tentang diri mereka sendiri, mereka hanya mendebatkan apa yang Allah ciptakan bagi mereka, menyedihkan sekali. 

 
 113. Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. [An- Nisa ; 113]

Tulisan ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan saya " Tuhankah yang menciptakan saya? atau saya yang menciptakan Tuhan ? "
Sekian. Mungkin hanya sekian yang bisa saya jelaskan,
Selasa, 19 Februari 2013
" Kebenaran di tangan manusia itu relativ, namun kebenaran di sisi Allah itu mutlak" - Dwa_wisnu
Al Ikhlas dan Artinya | Dwa Wisnu
Al Ikhlas

BACA SELENGKAPNYA: ...| Dipo Wisnuaji™ ...| ukfilmin™

Artikel yang Anda Cari:

newer post older post home

0 comments:

Post a Comment

Hei!!, don't forget to say "hi" or just write down your opinion!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...